TATA CARA ATAU PROTOKOL ISOLASI DIRI SENDIRI DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DiSEASE (COVID-19)

Berikut ini tata cara atau protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor Hk.02.01/Menkes/202/2020 Tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri Dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sudah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic & Indonesia sudah menyatakan COVID-19 sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sehingga nir terjadi peningkatan masalah. Dalam upaya penanggulangan COVID-19, diharapkan panduan bagi rakyat daiam melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 baik untuk diri sendini juga kemungkinan penularan kepada orang-orang pada sekitar terrnasuk keluarga.

Surat edaran tata cara atau protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan dan kerja sama lintas sektor dan Pemerintah Daerah pada penanganan COVID-19, khususnya dalam pemberian informasi kepada masyarakat terkait isolasi diri sendiri.

Adapun protocol atau tata cara isolasi diri sendiri dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) merupakan menjadi berikut.

1. Apabila sakit, permanen pada rumah:

a. Jangan pergi bekerja, ke sekolah, atau ke ruang publik buat menghindari penularan COVID-19 ke orang lain di masyarakat.

B. Harus mengisolasi diri & memantau diri sendiri buat menghindari kemungkinan penularan kepada orang-orang pada lebih kurang anda termasuk famili.

C. Melaporkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatannya, riwayat hubungan menggunakan pasien COVID-19 atau riwayat penjalanan dan negara/area transmisi lokal, untuk dilakukan pemeriksaan sampel sang petugas kesehatan.

Dua. Isolasi diri sendiri:

a. Ketika seseorang yg sakit (demam atau batuk/ pilek/ nyeni tenggorokan/ tanda-tanda penyakit pernafasan lainnya), namun tidak mempunyai risiko penyakit penyerta lainnya (diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik, AIDS, penyakit autoimun, dil), maka secara sukarela atau dari rekomendasi petugas kesehatan, tinggal di rumah dan nir pulang bekerja, sekolah, atau ke tempat-loka generik.

B. Orang Dalam Pemantauan (ODP) yg mempunyai gejala demam/gejala pernafasan dengan riwayat dan negara/area transmisi lokal, &/atau orang yg tidak menerangkan gejala namun pernah mempunyai hubungan erat menggunakan pasien positif COVID-19.

C. Lama waktu isolasi diri selama 14 han hingga diketahuinya hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

Tiga. Yang dilakukan waktu isolasi diri:

a. Tinggal di tempat tinggal , dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.

B. Gunakan kamar terpisah pada tempat tinggal & anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jeda setidaknya 1 meter dan anggota keluarga lain.

C. Gunakan seialu masker selama masa isolasi diri,

d. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi tanda-tanda klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.

E. Hindari pemakaian beserta peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) & perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan linen/seprai

f. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menggunakan mengonsumsi kuliner bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, mencuci tangan dengan sabun & air mengalir serta keringkan, lakukan etika batuk/bersin.

G. Berada di ruang terbuka & berjemur di bawah sinar surya setiap pagi.

H. Jaga kebersihan rumah menggunakan cairan desinfektan.

I. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan apabila sakit memburuk (seperti sesak nafas) untuk dirawat lebih lanjut.

4. Orang Dalam Pemantauan (ODP): Ketika seorang nir menunjukkan gejala, namun pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19 &/atau orang dengan demam/tanda-tanda pernafasan dengan riwayat dan negara/area transmisi lokal.

Lima. Yang dilakukan waktu pemantauan diri sendiri:

a. Lakukan observasi/pemantauan diri sendiri di rumah.

B. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi tanda-tanda klinis misalnya batuk atau kesuiftan bernapas.

C. Apabila terdapat ada gejala, laporkan ke petugas pada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

D. Jika hasil pemeriksaan sampel dinyatakan positif, maka melakukan isolasi diri sendiri. Jika mempunyai penyakit bawaan dari rekomendasi petugas kesehatan, maka dilakukan perawatan pada rumah sakit.

6. Tindakan pencegahan:

a. Cuci tangan pakai sabun & air mengalir atau hand sanitizer.

B. Tutup mulut dan hidung ketika batuk & bersin, menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam yang tertekuk. Segera buang tisu ke tempat sampah yang tertutup dan bersihkan tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer.

C. Jaga jarak sosial setidaknya jeda 1 (satu) meter menggunakan orang lain, terutama menggunakan mereka yg batuk, bersin, dan demam.

D. Hindari menyentuh mata, hidung dan lisan sebelum mencuci tangan.

E. Apabila mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis.

7. Saat perlu memakai masker & cara menggunakannya:

a. Masker digunakan oleh:

1) Orang dengan tanda-tanda pernapasan, misal batuk, bersin atau kesulitan bemafas. Termasuk ketika mencari pertolongan medis;

2) Orang yg memberikan perawatan pada individu dengan gejala pernapasan;

tiga) Petugas kesehatan, ketika memasuki ruangan dengan pasien atau merawat seorang menggunakan gejala pernapasan

b. Masker medis tidak diperlukan untuk anggota masyarakat umum yang tidak memiliki gejala penyakit pernapasan. Jika masker digunakan, harus dilakukan dengan tata cara yang benar terkait cara memakai, melepas, dan membuangnya serta tindakan kebersihan tangan setelah pengangkatan

c. Tata Cara penggunaan masker:

1) Pastikan masker menutup mulut, hidung & dagu dan bagian yang berwarna berada di sebelah depan.

Dua) Tekan permukaan masker supaya mengikuti bentuk hidung dan tarik ke belakang di bagian bawah dagu.

Tiga) Lepaskan masker yang sudah digunakan menggunakan hanya memegang tali & eksklusif buang ke loka sampah tertutup, Cuci tangan pakai sabun & air atau hand sanitizer selesainya membuang masker yg sudah dipakai.

4) Hindari menyentuh masker ketika menggunakannya.

5) Jangan pakai balik masker sekali pakai. Ganti secara rutin apabia kotor atau basah.

Demikian isi Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor Hk.02.01/Menkes/202/2020 Tentang Juknis / tata cara / Protokol Isolasi Diri Sendiri d alam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).