SURAT EDARAN SEKJEN KEMENDIKBUD NOMOR 15 TAHUN 2020 PENYELENGGARAAN BELAJAR DARI RUMAH DALAM MASA DARURAT COVID-19

 Surat Edaran Sesjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020

Surat Edaran Sesjen (Sekjen) Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar d ari Rumah d alam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Isi surat edaran ini selain tentang pedoman pelaksanaan BDR (Belajar dari Rumah), juga terkait Panduan Kegiatan Pembelajaran Saat Satuan Pendidikan Kembali Beroperasi (atau saat kembali masuk sekolah).

Berdasarkan Surat Edaran (Setjen) Sekjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020, berikut ini Panduan Kegiatan Pembelajaran Saat Satuan Pendidikan Kembali Beroperasi atau Setelah Kembali masuk sekolah.

A. Prinsip

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat satuan pendidikan kembali beroperasi harus memastikan terpenuhinya tujuan pendidikan pada masa pandemi COVID-19, yaitu:

1. Memastikan pemenuhan hak anak buat menerima akses pendidikan yg berkualitas;

dua. Melindungi seluruh rakyat satuan pendidikan; &

3. Mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan.

B. Tata Laksana

1. Seluruh wahana dan prasarana satuan pendidikan dibersihkan secara rutin, minimal 2 (dua) kali sehari, ketika sebelum KBM dimulai & sehabis KBM selesai.

2. Pemantauan kesehatan secara rutin, termasuk setiap sebelum KBM mulai berjalan, terhadap seluruh rakyat satuan pendidikan (termasuk siswa, pengajar, & energi kependidikan lainnya termasuk pengurus kantin satuan pendidikan), terkait tanda-tanda-tanda-tanda COVID-19, diantaranya:

a. Demam tinggi diatas 38oC;

b. Batuk;

c. Pilek;

d. Sesak napas;

e. Diare; &/atau

f. Kehilangan alat perasa &/ atau penciuman secara tiba-datang.

3. Pihak satuan pendidikan perlu mengatur proses pengantaran & penjemputan peserta didik buat menghindari kerumunan & penumpukan masyarakat satuan pendidikan waktu mulai & terselesaikan KBM.

4. Seluruh rakyat satuan pendidikan aktif, termasuk siswa, harus aktif pada mempromosikan protokol pencegahan penyebaran COVID19, antara lain:

a. Cuci tangan gunakan sabun yang rutin minimal 20 dtk;

b. Hindari menyentuh wajah, terutama hidung, mata, dan verbal;

c. Menerapkan jaga jeda sebisa mungkin, sekitar 1-dua meter; &

d. Melakukan etika batuk & bersin yang benar.

Lima. Pihak satuan pendidikan perlu memastikan sarana & prasarana yg sinkron buat mencegah penyebaran COVID-19, antara lain memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan gunakan sabun, minimal di lokasi dimana warga satuan pendidikan masuk & keluar menurut lingkungan satuan pendidikan.

6. Pihak satuan pendidikan menempatkan materi warta, komunikasi,& edukasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19 pada tempattempat yang gampang ditinjau oleh seluruh masyarakat satuan pendidikan, terutama siswa, menggunakan pesan-pesan yang gampang dimengerti, kentara, & ramah peserta didik.

7. Pihak satuan pendidikan memastikan adanya prosedur komunikasi yang gampang & lancar dengan orang tua/wali peserta didik, termasuk mempertimbangkan adanya hotline atau narahubung terkait keamanan & keselamatan di lingkungan satuan pendidikan.

8. Pihak satuan pendidikan memastikan memiliki sistem dan mekanisme manajemen kedaruratan pada satuan pendidikan buat mengantisipasi bila terjadi ancaman bala (misalnya gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, & kebakaran) di masa COVID-19. Sistem & prosedur ini wajib dikomunikasikan kepada seluruh warga satuan pendidikan, termasuk peserta didik dan orang tua/walinya.

Dinyatakan dalam Surat Edaran Sekjen ( Sesjen)  Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar d ari Rumah d alam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19bahwa dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) melalui penyelenggaraan Belajar dari Rumah sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Belajar dari Rumah selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dilaksanakan menggunakan tetap memperhatikan protokol penanganan COVID-19; dan

2. Belajar dari Rumah melalui pembelajaran jeda jauh daring &/atau luring dilaksanakan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan Belajar berdasarkan Rumah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Edaran ini.

Berdasarkan lampiran Surat Edaran Setjen ( Sekjen) Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19, berikut ini Panduan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah oleh Kepala Satuan Pendidikan.

1. Menetapkan contoh pengelolaan satuan pendidikan selama BDR, antara lain:

a. Bekerja dan mengajar berdasarkan tempat tinggal bagi guru & energi kependidikan.

B. Memilih jadwal piket apabila diperlukan. Dalam hal dilakukan piket hendaknya berkoordinasi menggunakan dinas pendidikan dan gugus tugas penanganan COVID-19 setempat.

2. Memastikan sistem pembelajaran yang terjangkau bagi semua siswa termasuk siswa penyandang disabilitas.

3. Membuat rencana keberlanjutan pembelajaran. Jika masa darurat COVID-19 & aktivitas BDR diperpanjang maka perlu mengoordinir para pengajar buat berkreasi menggunakan menggunakan materi ajar yang terdiri menurut:

a. Instruksi & materi pembelajaran daring menggunakan menggunakan media & sumber belajar daring.

B. Instruksi & materi pembelajaran luring menggunakan memakai televisi, radio, kitab , & modul pembelajaran berdikari siswa.

C. Intruksi buat melakukan adaptasi materi pembelajaran buat siswa penyandang disabilitas.

4. Melakukan training dan pemantauan pada pengajar melalui laporan pembelajaran yang dikumpulkan setiap minggu

a. Memastikan guru memfasilitasi pembelajaran jeda jauh baik secara daring maupun luring;

b. Memastikan rencana aplikasi pembelajaran menerapkan pembelajaran bermakna, kegiatan kecakapan hayati dan kegiatan fisik; dan

c. Memastikan adanya materi edukasi untuk orang tua/wali peserta didik terkait pencegahan COVID-19 & menerapkan pola konduite hidup bersih pada rumah.

Lima. Memastikan ketersediaan wahana & prasarana yg dimiliki guru dalam memfasilitasi pembelajaran jarak jauh baik secara daring juga luring selama darurat COVID-19.

A. Ketersediaan gawai/komputer/laptop buat fasilitas pembelajaran daring.

B. Akses ke media pembelajaran daring & luring.

C. Distribusi wahana pembelajaran luring & alat peraga ke tempat tinggal peserta didik termasuk indera peraga pendidikan bagi siswa penyandang disabilitas (bagi yg nir memiliki akses ke pembelajaran daring).

D. Berkoordinasi dengan dinas pendidikan, &/atau dinas sosial, dan/atau dinas pemberdayaan wanita & perlindungan anak buat pengupayaan adanya layanan dukungan psikososial bagi pendidik, orang tua/wali, dan siswa. Layanan psikososial dapat menggunakan banyak sekali saluran, antara lain:

1) layanan psikososial yang disediakan sang Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 melalui pusat panggilan atau call center 119 extention 8;

2) layanan psikososial sang Himpunan Psikologi Indonesia melalui http://bit.Ly/bantuanpsikologi;

3) layanan psikososial oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia http://www.Pdskji.Org/; dan/atau

4) layanan psikososial oleh pekerja sosial, hubungi dinas sosial setempat.

6. Membuat acara pengasuhan buat mendukung orang tua/wali dalam mendampingi siswa belajar, minimal satu kali dalam satu minggu. Materi tentang pengasuhan bisa dipandang pada laman https://sahabatkeluarga.Kemdikbud.Go.Id/laman/

7. Membentuk tim siaga darurat buat penanganan COVID-19 di satuan pendidikan, menaruh pembekalan mengenai tugas & tanggung jawab pada tim, & berkoordinasi menggunakan dinas pendidikan &/atau gugus tugas penanganan COVID-19 setempat &/atau fasilitas kesehatan/rujukan penanganan COVID-19 terdekat.

8. Memberikan laporan secara berkala pada dinas pendidikan &/atau pos pendidikan wilayah terkait:

a. Syarat kesehatan masyarakat satuan pendidikan;

b. Metode pembelajaran jarak jauh yg digunakan (daring/luring/kombinasi daring dan luring);

c. Jumlah peserta didik yang belum sanggup terlayani;

d. Kendala aplikasi BDR; dan

e. Praktik baik dan capaian hasil belajar siswa.

Berdasarkan lampiran Surat Edaran Sesjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19, berikut ini Panduan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah oleh Guru.

1. Menyiapkan rencana aplikasi pembelajaran jeda jauh

Referensi perencanaan PJJ baik secara daring juga luring dapat ditinjau pada portal Pengajar Berbagi https://guruberbagi.Kemdikbud.Go.Id/. Dalam menyiapkan pembelajaran, guru perlu memastikan beberapa hal berikut:

a. Memastikan kompetensi pembelajaran yg ingin dicapai. Dilarang memaksakan penuntasan kurikulum dan fokus dalam pendidikan kecakapan hidup.

B. Menyiapkan materi pembelajaran. Dalam pelaksanaan BDR, materi bisa difokuskan dalam:

1) literasi & numerasi;

dua) pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19;

tiga) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas);

4) kegiatan rekreasional & kegiatan fisik;

lima) spiritual keagamaan; dan/atau

6) penguatan karakter dan budaya.

C. Memilih metode & hubungan yg digunakan dalam penyampaian pembelajaran melalui daring, luring, atau kombinasi keduanya.

D. Memilih jenis media pembelajaran, seperti format teks, audio/video simulasi, multimedia, alat peraga, & sebagainya yang sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan; dan

e. Pengajar perlu meningkatkan kapasitas menggunakan mengikuti pelatihan daring yg disediakan oleh pemerintah juga lembaga nonpemerintah guna mendukung keterampilan menyelenggarakan PJJ pada situasi darurat COVID-19.

Dua. Fasilitasi pembelajaran jarak jauh daring

Waktu pembelajaran daring sepanjang hari menyesuaikan ketersediaan saat, kondisi, dan kesepakatan siswa dan orangtua/walinya. Proses pembelajaran daring terdiri atas:

a. Tatap muka Virtual melalui video conference, teleconference, dan/atau diskusi dalam group pada media umum atau pelaksanaan pesan. Dalam tatap muka impian memastikan adanya hubungan secara eksklusif antara guru dengan siswa.

B. Learning Management System (LMS). LMS merupakan sistem pengelolaan pembelajaran terintegrasi secara daring melalui pelaksanaan. Aktivitas pembelajaran pada LMS diantaranya registrasi dan pengelolaan akun, penguasaan materi, penyelesaian tugas, pemantauan capaian output belajar, terlibat dalam lembaga diskusi, konsultasi dan ujian/penilaian. Contoh LMS diantaranya kelas maya rumah belajar, google classroom, ruang guru, zenius, edmodo, moodle, siajar LMS seamolec, dan lain sebagainya.

3. Fasilitasi pembelajaran jarak jauh luring

Proses Pembelajaran luring bisa dilaksanakan menggunakan: (a) memakai media kitab , modul & materi ajar berdasarkan lingkunan sekitar; (b) menggunakan media televisi; dan (c) menggunakan radio.

A. Langkah fasilitasi PJJ luring memakai media kitab , modul dan bahan ajar menurut lingkunan lebih kurang Waktu pembelajaran dan pengumpulan output belajar disepakati dengan peserta didik dan/atau orang tua/wali dan sinkron menggunakan kondisi.

B. Langkah fasilitasi pembelajaran jarak jauh luring menggunakan televisi dan radio saat pembelajaran & pengerjaan tugas diubahsuaikan menggunakan jadwal tayang/siaran & saat pengumpulan tugas setiap akhir minggu atau disesuaikan dengan kondisi siswa ketersediaan waktu siswa dan orang tua/wali.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download Surat Edaran Sekjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)

Link download Surat Edaran Sekjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020 (disini)

Demikian informasi tentang Surat Edaran Sesjen (Sekjen) Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 15 Tahun 2020Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).Semoga ada manfaatnya.