PEMERINTAH MEMBERI BANTUAN SEMBAKO, UANG TUNAI DAN PELATIHAN BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK CORONA (COVID-19)

 Bantuan Sosial Pemerintah dalam Mengatasai Dampak Corona (Covid-19)

Dalam berita Keterangan Pers Presiden RI mengenai Kebijakan Pemerintah dalam Menghadapi Dampak Pandemi COVID-19, 9 April 2020, pada Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta yang dirilis di page setkab.Go.Id, Pemerintah akan memberikan Bantuan Sembako, Uang Tunai dan Pelatihan & lainnya bagi rakyat terdampak Corona (Covid-19).

Persiden Joko Widodo mengungkapkan bawah pemerintah merasakan semuanya imbas dari pandemi COVID-19 yang dirasakan sang masyarakat luas, baik itu pengusaha, pegawai, pekerja pabrik, sopir taksi, sopir bus, sopir truk, kernet, pengemudi ojek, petugas parkir, para pengrajin, pedagang mini , pelaku usaha mikro, dan masih poly lagi. Oleh karena itu, pemerintah ingin memberikan perhatian besar & memberikan prioritas utama buat menjaga pemenuhan kebutuhan utama masyarakat & menaikkan daya beli rakyat pada lapisan bawah.

Presiden menyampaikan bahwa Pemerintah sudah menetapkan beberapa kebijakan tambahan berkenaan dengan penangan impak Corona (Covid-19) di Indonesia yaitu:

·        Kesatu, bantuan sosial (bansos) yang baru, yaitu Bantuan Khusus Bahan Pokok Sembako dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat di DKI (Jakarta). “Dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK, dengan besaran Rp600.000 per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang dialokasikan Rp2,2 triliun,” tambah Presiden.

·        Kedua, Bantuan Sembako untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK, sebesar Rp600.000 per bulan selama 3 bulan, dengan total anggaran Rp1 triliun.

·        Ketiga, untuk masyarakat di luar Jabodetabek, akan diberikan Bantuan Sosial Tunai kepada 9 juta KK yang tidak menerima Bansos PKH maupun Bansos Sembako. “Sekali lagi, kepada 9 juta KK, sebesar Rp600.000 per bulan selama 3 bulan, dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp16,2 triliun,” kata Presiden.

·        Keempat, sebagian Dana Desa juga segera dialokasikan untuk bantuan sosial di desa yang diberikan kepada kurang lebih 10 juta keluarga penerima dengan besaran Rp600.000 per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp21 triliun.

·        Kelima, memperkuat Program Padat Karya Tunai di kementerian-kementerian, yang total anggarannya adalah Rp16,9 triliun. “Ini nanti ada di Kementerian Desa dengan Program Padat Karya Tunai Desa, ini targetnya adalah 59 ribu tenaga kerja. Kementerian PUPR dengan Program Padat Karya Tunai juga, targetnya 530 ribu tenaga kerja, dengan total nilai kurang lebih Rp10,2 triliun,” ujarnya. Kemudian juga, menurut Presiden, ada di kementerian-kementerian yang lain, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemudian Kementerian Perhubungan.

·        Keenam, Polri juga akan melaksanakan Program Keselamatan. Ini seperti Program Kartu Prakerja, namanya Program Keselamatan oleh Polri, yang mengkombinasikan bantuan sosial dan pelatihan. “Targetnya adalah 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus atau truk dan kernet, akan diberikan insentif Rp600.000 per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang disiapkan di sini adalah sebesar Rp360 miliar,” ujarnya.

Di bagian akhir keterangannya, Presiden sampaikan bahwa Pemerintah akan terus berupaya buat menyisir lagi anggaran-anggaran yg tersedia untuk menambah lagi donasi sosial, memperluas ruang kerja bagi masyarakat di lapisan bawah buat program padat karya. ?Kita harus sadar bahwa tantangan yg kita hadapi tidak gampang, kita harus hadapi beserta-sama. Saya mengajak para pengusaha buat berusaha keras mempertahankan para pekerjanya,? Ucapnya. Kepala Negara jua mengajak seluruh pihak buat peduli pada warga yang kurang sanggup. ?Dengan bergotong-royong secara nasional kita sanggup mempertahankan capaian pembangunan dan memanfaatkannya buat lompatan kemajuan,? Sambungnya.

Presiden pula balik memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua jajaran yang berkecimpung di depan. ?Dalam hal ini dokter, para perawat, energi medis yang berada di rumah sakit, pada kita berperang melawan Covid-19 ini. Saya memberikan apresiasi yang tinggi,? Pungkas Presiden

Pemberian donasi sosial tersebut adalah bantuan sosial tambahan, karena sebagaimana diketahui dalam lepas 31 Maret 2020, presiden pula telah menyampaikan kebijakan mengenai penerima manfaat menurut Program Keluarga Harapan, yang diberikan kepada 10 juta famili penerima. Jumlahnya, total anggarannya adalah Rp37,4 triliun. Kemudian yg berkaitan menggunakan Kartu Sembako, diberikan pada 20 juta penerima. Per orang diberikan Rp200.000 per bulannya & totalnya merupakan Rp43,6 triliun. Kemudian Kartu Prakerja, yang sudah saya sampaikan yang kemudian pula, lima,6 juta orang, bonus pascapelatihan sebesar Rp600.000 selama 4 bulan. Anggaran yg disiapkan adalah Rp20 triliun. Kemudian jua pembebasan tarif listrik 450 VA dan bonus tarif listrik buat 900 VA. Yang tadi yang 450 VA 24 juta pelanggan dan yang 900 VA 7 juta pelanggan. Anggaran yang disiapkan adalah Rp3,5 triliun.