KETENTUAN ZAKAT HARTA (MAL) DAN ZAKAT FITRAH

 Ketentuan Zakat Harta (Mal) Dan Zakat Fitrah

Zakat mal adalah zakat harta yang dimiliki sang seorang lantaran telah hingga nisabnya atau batas seorang harus mengeluarkan zakat.

Adapun hukumnya zakat harta benda adalah ?Fardu a?In? Atas setiap yg memenuhi syarat-syaratnya.

Firman Allah SWT yang berhubungan dengan wajib zakat mal dalam Al-qur’an surat At-taubah : 103Artinya ;    “ Ambilah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka……” (Q.S. At-taubah, 9 : 103 )

2.   Syarat-syarat wajib Zakat Mal

a.  Islam

b.  Merdeka (bukan budak)

c.  Hak milik sempurna

d.  Mencapai nisab

e.  Masa memiliki sampai satu tahun, kecuali tanaman dan buah-buahan

3. Harta yang wajib di Zakati dan nisabnya

No

Jenis

Nishab/haul

Kadar Zakat

1

Emas

98,6 gram haulnya 1 (satu) tahun

2,5 %

2

Perak

624 gram = 15,6 %

2,5 %

3

Hasil Pertanian atau Perkebunan

930 liter bersih dari kualitas

10% jika pengairan tanpa biaya.

5% jika pengairan dengan biaya

4

Rikaz (harta terpendam)

1/5 tidak perlu menungu 1 tahun

20%

5

Hasil Tambang

Seharga Emas

2,5%

6

Kambing

40 – 120 ekor

121 ? 200 ekor

201 ? 399 ekor

Selanjutnya setiap ekor bertambah 100 ekor

1 ekor kambing umur dua tahun atau lebih

dua ekor kambing umur 2 tahun atau lebih

3 ekor kambing umur dua tahun atau lebih

1 ekor kambing umur dua tahun atau lebih

7

Kerbau

30 ? 39 ekor

40 ? 59 ekor

60 ? 69 ekor

70 ? 79 ekor

1 ekor kerbau umur 1 tahun

1 ekor kerbau umur 2 tahun

2 ekor kerbau umur 1 tahun

dua ekor kerbau umur dua tahun

Bagaimana dengan zakat harta berupa gaji. Sepertinya kita biasa memahami dengan membaca penjelasan yang ada dalam Kitab Al-Fatawa Asy-Syarâ sebagai berikut:

Barangsiapa mempunyai uang yg sudah mencapai nishabnya, kemudian pada ketika lain kembali memperoleh uang yang tidak terkait sama sekali dengan uang pertama tersebut, misalnya uang tabungan menurut honor bulanan, harta warisan, bantuan gratis, uang output penyewaan tempat tinggal dan lainnya, jika beliau sungguh-sungguh ingin menghitung dengan teliti haknya dan nir menyerahkan zakat pada yang berhak kecuali sejumlah harta yang sahih-benar wajib dikeluarkan zakatnya, maka hendaklah dia membuat pembukuan output usahanya. Ia hitung jumlah uang yg dimiliki buat memutuskan haul dimulai semenjak pertama kali dia memiliki uang itu. Lalu beliau keluarkan zakat dari harta yg telah ditetapkannya itu bila sudah genap satu haul.

Apabila ingin cara yg lebih gampang, lebih menentukan cara yang lebih sosial dan lebih mengutamakan fakir miskin dan golongan yg berhak menerima zakat lainnya, maka ia boleh mengeluarkan zakat berdasarkan semua uang yg telah mencapai nishab dari yang dimilikinya setiap kali telah genap satu haul. Dengan begitu pahala yang diterimanyaa lebih besar , lebih mengangkat derajatnya dan lebih mudah dilakukan serta lebih menjaga hak-hak fakir miskin dan semua golongan yg berhak menerima zakat.

Hendaklah jumlah yg berlebih dari zakat yang wajib dibayarnya diniatkan buat berbuat baik, menjadi ungkapan rasa syukurnya kepada Allah atas nikmat-nikmatNya & anugrahNya yang berlimpah. Dan mengharap supaya Allah menambah karuniaNya itu bagi dirinya. Sebagaimana firman Allah.

Artinya : apabila engkau bersyukur maka Aku akan tambah nikmatKu bagi engkau ? [Ibrahim : 7]

4.   Orang yang berhak menerima zakat (mustahik)

1)      Fakir, yaitu orang yang tidak memiliki harta

2)      Miskin, yaitu orang yang memiliki pekerjaan tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhab hidup

3)      Amil, orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat

4)      Mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama islam

5)      Riqab, yaitu orang yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan

6)      Garim, yaitu orang yang mempunyai batang hutang

7)      Sabililah, yaitu orang yang berjualan dijalan Allah

8)      Ibnu Sabil, yaitu orang yang mengalami kesulitan dalam perjalanan

lima. Manfaat Zakat pada kehidupan

1)      Menolong orang yang lemah

2)      Membersihkan diri

3)      Ungkapkan rasa syukur

4)      Menanamkan sikap pemurah dan menghilangkan sifat kikir

B. Zakat Fitrah

1. Pengertian

Zakat fitrah merupakan zakat diri yang dikeluarkan sang setiap muslim yg hidup berupa kuliner utama yang mengenyangkan sebesar dua,5 Kg atau 3,1 liter. Jika diuangkan seharga 2,lima Kilo Gram atau 3,1 beras. (Mengacu pada beras atau harga beras yang biasa dimakan sehari-hari)

Zakat dari bahasa artinya : higienis, tumbuh & terpuji. Menurut kata (para pakar fiqih) zakat merupakan kadar harta eksklusif yg diberikan pada para mustahiq (yg berhak) menerimanya dengan beberapa syarat.

Zakat fitrah dimuntahkan sang setiap umat muslim yang hidup pada sebagian bulan ramadhan dan sebagian bulan syawal.

2. Hukum

Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap umat islam, laki-laki atau perempuan, besar kecil, merdeka atau hamba. Sebagaimana firman Allah SWT “dirikanlah sholat dan tunaikan zakat “Q.S. An-nisa : 77)

3.   Syarat-syarat wajib

a.  Islam

b.  Lahir sebelum terbenam matahari pada hari penghabisan bulan ramadhan

c.  Mempunyai kelebihan harta

4.  Waktu zakat fitrah

a.  Waktu yang dibolehkan, yaitu dari awal ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan

b  Waktu wajib, yaitu terbenam matahari penghabisan Ramadhan

c.  Waktu yang lebih baik (sunah), yaitu dibayar sesuadah shalat subuh sebelum pergo shalat hari raya

d.  Waktu makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah shalat hari raya tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya

e.  Waktu haram, lebih terlambat lagi yaitu dibayar sesudah terbenam matahari pada hari raya.

a  Membuat senang orang-orang yang susah dan lemah ekonominya pada hari raya

b.  Membersihkan diri dari sikap egois atau mementingkan diri sendiri. Sesuai dengan hadits Nabi SAW, sebagai berikut :Zakat itu selaku pembersih dari perbuatan sia-sia dan omongan-omongan yang kotor dari orang-orang yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya setelah idul fitri maka hanyalah sedekah biasa. (H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah)