KEMENDIKBUD MULAI TERBITKAN PANDUAN MENUJU THE NEW NORMAL DALAM BIDANG PENDIDIKAN

 Kemendikbud Mulai Terbitkan Panduan Menuju The New Normal Dalam Bidang Pendidikan

ainamulyana.blogspot.com. Kemendikbud Mulai Terbitkan Panduan Menuju The New Normal Dalam Bidang Pendidikan. Sebagaimana diketahui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi. Panduan tersebut yang disebut sebagian orang sebagai instrumen menuju The New Normal dalam bidang kesehatan. Kenapa demikian karena aturan dari Kemenkes yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 mengisyaratkan di bukanya dunia usaha dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (download Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 disini)

Kemendikbud juga mulai bahkan telah menerbitkan Panduan Menuju The New Normal Dalam Bidang Pendidikan melalui Surat edaran Surat Edaran Setjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Secara umum isi surat edaran terkait panduan yang harus dilakukan kepala sekolah dan guru apabila Belajar Dari Rumah masih berlanjut, dan panduan yang harus dilakukan kepala sekolah dan guru apabila sekolah kembali dibuka atau kegiatan belajar kembali dilakukan di sekolah.

Dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa apabila Belajar Dari Rumah masih berlanjut maka Kepala Sekolah dan Guru harus dapat: 1) memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19;  2) melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19; 3) mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan; dan 4)  memastikan  pemenuhan  dukungan  psikososial  bagi  pendidik,  peserta didik dan orang tua/wali.

Tugas Kepala Sekolah apabila Belajar Dari Rumah masih berlanjut, diantaranya harus melakukan pembinaan dan  pemantauan  kepada guru melalui  laporan pembelajaran yang dikumpulkan setiap minggu untuk 1)  memastikan guru memfasilitasi pembelajaran jarak jauh baik secara daring maupun luring; 2) memastikan  rencana  pelaksanaan  pembelajaran  menerapkan pembelajaran bermakna,  kegiatan  kecakapan  hidup  dan aktivitas fisik; dan 3) memastikan  adanya materi  edukasi  untuk  orang  tua/wali peserta didik terkait  pencegahan COVID-19 dan  menerapkan  pola  perilaku hidup bersih di rumah.

Begitu pula untuk Guru, dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa guru harus menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, membuat langkah-langkah dan melaksanakannya. Dalam surat edaran ini diberikan contoh bagaimana cara guru mengelola pembelajaran daring oleh peserta didik, Pembelajaran luring oleh peserta didik, Pelaksanaan Belajar Dari Rumah oleh Orang Tua/Wali Peserta Didik melalui TVRI atau Pelaksanaan Belajar Luring menggunakan  buku  dan  modul media buku, modul, dan bahan ajar dari lingkunan sekitar

Berikut ini salinan The New Normal Dalam Bidang Pendidikan apabila sekolah kembali dibuka atau kegiatan belajar kembali dilakukan di sekolah, mengacu pada Lampiran Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020.

A. Prinsip

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat satuan pendidikan kembali beroperasi harus memastikan terpenuhinya tujuan pendidikan pada masa pandemi COVID-19, yaitu:

1. Memastikan pemenuhan hak anak buat menerima akses pendidikan yg berkualitas;

dua. Melindungi semua rakyat satuan pendidikan; &

tiga. Mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan.

B. Tata Laksana

1. Seluruh sarana dan prasarana satuan pendidikan dibersihkan secara rutin, minimal 2 (dua) kali sehari, saat sebelum KBM dimulai & setelah KBM selesai.

2. Pemantauan kesehatan secara rutin, termasuk setiap sebelum KBM mulai berjalan, terhadap seluruh masyarakat satuan pendidikan (termasuk peserta didik, pengajar, & tenaga kependidikan lainnya termasuk pengurus kantin satuan pendidikan), terkait gejala-tanda-tanda COVID-19, diantaranya:

a. Demam tinggi diatas 38oC;

b. Batuk;

c. Pilek;

d. Sesak napas;

e. Diare; &/atau

f. Kehilangan alat perasa &/ atau penciuman secara datang-datang.

3. Pihak satuan pendidikan perlu mengatur proses pengantaran & penjemputan peserta didik buat menghindari kerumunan & penumpukan masyarakat satuan pendidikan saat mulai & selesai KBM.

4. Seluruh masyarakat satuan pendidikan aktif, termasuk peserta didik, wajib aktif pada mempromosikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, diantaranya:

a. Cuci tangan pakai sabun yang rutin minimal 20 dtk;

b. Hindari menyentuh paras, terutama hidung, mata, & mulut;

c. Menerapkan jaga jarak sebisa mungkin, kurang lebih 1-dua meter; dan

d. Melakukan etika batuk & bersin yg sahih.

5. Pihak satuan pendidikan perlu memastikan sarana & prasarana yg sesuai buat mencegah penyebaran COVID-19, diantaranya memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan gunakan sabun, minimal pada lokasi dimana rakyat satuan pendidikan masuk dan keluar menurut lingkungan satuan pendidikan.

6. Pihak satuan pendidikan menempatkan materi kabar, komunikasi, & edukasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19 di tempat-loka yang gampang dicermati sang seluruh masyarakat satuan pendidikan, terutama peserta didik, menggunakan pesan-pesan yang gampang dimengerti, kentara, dan ramah siswa.

7. Pihak satuan pendidikan memastikan adanya prosedur komunikasi yg gampang dan lancar dengan orang tua/wali peserta didik, termasuk mempertimbangkan adanya hotline atau narahubung terkait keamanan dan keselamatan di lingkungan satuan pendidikan.

8. Pihak satuan pendidikan memastikan mempunyai sistem dan mekanisme manajemen kedaruratan di satuan pendidikan buat mengantisipasi jika terjadi ancaman bala (misalnya gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, & kebakaran) di masa COVID-19. Sistem dan prosedur ini harus dikomunikasikan pada semua warga satuan pendidikan, termasuk siswa & orang tua/walinya.

Link download Surat Edaran Setjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 (disini)

Demikian informasi tentang Kemendikbud Mulai Terbitkan Panduan Menuju The New Normal Dalam Bidang Pendidikan. Semoga ada manfaatnya.